Senin, 24 Oktober 2016

bertemu atau bertamu dalam mimpi

Malam itu seusai sholat malam , aku melanjutkan tidurku, ada perasaan gembira dalam hatiku, akhirnya aku bisa memimpikan dirimu. Seseorang yang namanya serlalu aku sebut dalam doaku. Seakan kamu adalah bagian dari hidupku. Aku begitu bersyukur akhirnya aku hidup bersama seseorang yang namanya selalu aku sebut dalam doa. Tetapi begitu aku terbangun, entahlah ada perasaan sesak di dada. Kebahagiaan tadi hanya sebatas mimpiku saja. Aku berharap itu tidak hanya terjadi dalam mimpiku. Aku selalu berdoa agar kita segera dipersatukan. Dalam kehidupan nyata aku hanya bisa terdiam memandangmu dari jauh. Entahlah, perasaaan ini muncul tiba-tiba saat kamu menjadi teman berbagi ceritaku. Aku merasa kagum dengan sikap bijak kamu, sikap dewasa yang kamu miliki. Sikap legowo kamu. Tetapi, kini entahlah kamu menghilang seperti sengaja menghindar dari hidupku, kamu seakan berpaling. Aku tidak tahu apa yang membuat kamu menjauh dari hidupku. 

Tahukah kamu, saat ini aku begitu rindu dengan ejekan kamu, rindu dengan canda tawamu. Aku selalu berusaha mencari perhatian dari kamu, tetapi kamu selalu diam. Mungkin benar jika aku harus berhenti berharap. Aku akan diam, tetapi aku akan selalu menjaga rasa ini. Rasa yang terlalu manis, aku takut jika nanti aku mengungkapkan rasa ini, kamu akan semakin menjauh dariku. Aku akan terus menjaga rasa ini, dengan diam tidak mengungkapkannya agar kamu nyaman dengan rasamu sendiri tanpa aku merusaknya. 

Aku selalu memelukmu dalam doa panjangku, aku hanya berharap kamu akan menyadarinya suatu hari nanti jika rasa-rasa yang selalu aku ungkapkan hanya untukmu. Aku berharap kamu akan selalu tinggal dalam hatiku, dalam ingatanku dalam doa-doaku. 

Untuk kamu yang jauh 

Ar 24 oct

Tidak ada komentar:

Posting Komentar