Semakin kita sering beradu argumentasi , berdiskusi bersama semakin menumbuhkan rasa ini. Entah rasa apa ini, aku pun juga tidak tahu. Aku terlalu gampang untuk jatuh ke dalam sebuah rasa yang masih terasa abu-abu. Aku selalu menikmati rasa yang seharusnya tidak aku rasakan. Tetapi, tenanglah engkau karena aku akan tetap memedam rasa ini. Aku terlalu takut jika rasa ini aku sampaikan engkau akan pergi menjauhiku. Dan akhirnya aku akan menelan kecewaku.
Aku begitu megagumi dirimu, setiap aku memejamkan mata hanya wajah kamu yang terbayang dalam otakku. Wajah yang begitu sangat biasa. Tetapi entahlah, dari yang biasa itu membuatku jatuh cinta padamu. Kamu begitu sederhana, kamu beitu apa adanya tanpa ada embel-embel yang dibuat-buat.
Sampai pada satu masa aku berdoa agar kita dipersatukan dalam sebuah ikatan yang sah. Harapku terlalu tinggi, aku begitu lancang sudah berharap seperti itu.
aku berharap kamu pun juga merasakan hal yang sama denganku, maafkan aku yang terus dan terus berharap. Aku berharap ada namaku dalam doa-doamu.
aku berharap kamu pun juga merasakan hal yang sama denganku, maafkan aku yang terus dan terus berharap. Aku berharap ada namaku dalam doa-doamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar