Jumat, 30 Desember 2016

Desemberku

ah..
Begitu cepatnya waktu berlalu..
Desemberku akan segera berakhir
Rintik gerimisnya akan selalu aku nantikan 

Desemberku bulan lahirku
Bulan di mana ibuku berjuang meregang nyawa
Hanya demi diriku , anak yangmasih saja bodoh
Desemberku, 
Begitu banyak cerita tentangmu
Tentang pertemuan dengan kisah rumitku tujuh tahun lalu, 
Tentang cintamu yang masih terpendam 
Tersimpan rapi dalam hati

Desemberku mungkin setelah kamu berlalu
Cinta terpendamku juga akan berlalu
Perlahan akan aku lupakan
Aku tak ingin terlalu larut dalam mimpiku
Cukup Tuhan nanti yang akan mengatur cinta terpendamku
Ah..
Bukankah rasa terpendam ini berasal dariNya
Picik sekali hatiku, 

Desemberku...
Cukup lah....
Cukup sampai disini kisah cinta terpendamku
Gerimis kemarin terakhir aku menuliskan tentangnya
Tentang kesederhanaanya

Desemberku...
Aku sudah belajar, belajar mengikhlaskan
Kemarin aku yang terlalu terpaku
Terpaku pada kisah sayyidatina fatimah az zahra r.a 
dan cinta terpendamnya sayyidina Ali

Desemberku ..
aku cukupkan mimpiku
aku ingin memulai hal baru
menjadi pribadi baru

Desemberku
maafkan aku

Ar,
31 Desember 2016, dalam rinai hujan

Rabu, 07 Desember 2016

Ar-Risalah Imam Qusyairi Rahimahullah, Syauq

Syaikh As-Sari As-Saqhti Rahimahullah mengatakan, “Rindu [Allah] adalah keadaan yang paling besar bagi seorang arif. Manakala dia mencapai kerinduan, dia menjadi lupa akan segala sesuatu yang mungkin akan memalingkannya dari sumber kerinduannya.”
—  Ar-Risalah Imam Qusyairi Rahimahullah, Syauq

Namanya juga cinta dipendam

Namanya juga cinta dipendam. Ya sakit dirasa sendiri. Pedih dirasa sendiri.
Rindu juga dirasakan sendiri

Duh ..
Duhai kamu pria yang selalu aku sebut dalam doa-doa malamku
Sampai kapan kamu akan sadar dengan rasaku ini
Mungkin hanya sebatas rasa kagum atau hanya sebatas rasa egois
ingin memilikimu
Entahlah...
Jarak bermil-mil diantara kita 
Tak menyurutkan rasaku  padamu.

Entah dimulai sejak kapan rasa ini terus meledak-ledak dalam dada
mengobrak-abrik hatiku.
selalu air mata yang menetes di kala aku rindu padamu tetapi tidak bisa berbuat banyak.

Sendainya kamu tahu akan rasaku ini...

yang aku tahu sikapmu yang begitu acuh padaku,
malah semakin membuat rasaku ini semakin bertambah dan terus bertambah,.

Maafkan aku yang telah lancang sudah memiliki rasa ini padamu...

Srg, 07 Desember 2016

Ar