Rabu, 26 Oktober 2016

Harapku

Semakin kita sering beradu argumentasi , berdiskusi bersama semakin menumbuhkan rasa ini. Entah rasa apa ini, aku pun juga tidak tahu. Aku terlalu gampang untuk jatuh ke dalam sebuah rasa yang masih terasa abu-abu. Aku selalu menikmati rasa yang seharusnya tidak aku rasakan. Tetapi, tenanglah engkau karena aku akan tetap memedam rasa ini. Aku terlalu takut jika rasa ini aku sampaikan engkau akan pergi menjauhiku. Dan akhirnya aku akan menelan kecewaku.

Aku begitu megagumi dirimu, setiap aku memejamkan mata hanya wajah kamu yang terbayang dalam otakku. Wajah yang begitu sangat biasa. Tetapi entahlah, dari yang biasa itu membuatku jatuh cinta padamu. Kamu begitu sederhana, kamu beitu apa adanya tanpa ada embel-embel yang dibuat-buat.

Sampai pada satu masa aku berdoa agar kita dipersatukan dalam sebuah ikatan yang sah. Harapku terlalu tinggi, aku begitu lancang sudah berharap seperti itu. 

aku berharap kamu pun juga merasakan hal yang sama denganku, maafkan aku yang terus dan terus berharap. Aku berharap ada namaku dalam doa-doamu.

Senin, 24 Oktober 2016

bertemu atau bertamu dalam mimpi

Malam itu seusai sholat malam , aku melanjutkan tidurku, ada perasaan gembira dalam hatiku, akhirnya aku bisa memimpikan dirimu. Seseorang yang namanya serlalu aku sebut dalam doaku. Seakan kamu adalah bagian dari hidupku. Aku begitu bersyukur akhirnya aku hidup bersama seseorang yang namanya selalu aku sebut dalam doa. Tetapi begitu aku terbangun, entahlah ada perasaan sesak di dada. Kebahagiaan tadi hanya sebatas mimpiku saja. Aku berharap itu tidak hanya terjadi dalam mimpiku. Aku selalu berdoa agar kita segera dipersatukan. Dalam kehidupan nyata aku hanya bisa terdiam memandangmu dari jauh. Entahlah, perasaaan ini muncul tiba-tiba saat kamu menjadi teman berbagi ceritaku. Aku merasa kagum dengan sikap bijak kamu, sikap dewasa yang kamu miliki. Sikap legowo kamu. Tetapi, kini entahlah kamu menghilang seperti sengaja menghindar dari hidupku, kamu seakan berpaling. Aku tidak tahu apa yang membuat kamu menjauh dari hidupku. 

Tahukah kamu, saat ini aku begitu rindu dengan ejekan kamu, rindu dengan canda tawamu. Aku selalu berusaha mencari perhatian dari kamu, tetapi kamu selalu diam. Mungkin benar jika aku harus berhenti berharap. Aku akan diam, tetapi aku akan selalu menjaga rasa ini. Rasa yang terlalu manis, aku takut jika nanti aku mengungkapkan rasa ini, kamu akan semakin menjauh dariku. Aku akan terus menjaga rasa ini, dengan diam tidak mengungkapkannya agar kamu nyaman dengan rasamu sendiri tanpa aku merusaknya. 

Aku selalu memelukmu dalam doa panjangku, aku hanya berharap kamu akan menyadarinya suatu hari nanti jika rasa-rasa yang selalu aku ungkapkan hanya untukmu. Aku berharap kamu akan selalu tinggal dalam hatiku, dalam ingatanku dalam doa-doaku. 

Untuk kamu yang jauh 

Ar 24 oct

Selasa, 04 Oktober 2016

Rindu

Rintik hujan semakin menambah riduku padamu, engkau yang tak kunjung datang menemuiku, engkau yang begitu gagah dengan keegoisanmu.

Apakah kamu tahu apa yang selalu membuatku rindu padamu?
entahlah sampai sekarang aku pun belum menemukan jawabannya, andaikan aku bisa untuk segera menemukan jawabannya setidaknya ada perasaan lega di dalam dada ini.
Setiap kali aku merasakan rindu dan mengingatmu hatiku teriris pilu, tersebab tidak bisa untuk mengungkapkannya kepadamu. Begitu kokohnya benteng keegoisan yang kamu miliki. Tersebab tak pernah mendapat tanggapan positif darimu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak memikirkanmu, aku juga ingin berlaku egois seperti dirimu.